Kamis, 17 September 2015
Jumat, 12 Juni 2015
EGO
Berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, yang memiliki kehidupan
perekonomian lebih baik, dan sebagainya itu harus, dan tentu sah-sah saja. Tetapi,
dari mana kita bisa menilai bahwasannya kita sudah lebih baik dari sebelumnya? Kalau
patokan kita masih hanya orang lain, jika kita ingin lebih sukses
hanya agar bisa menunjukkan kalau kita lebih baik dari seseorang,
misalnya, maka itu berbahaya karena motivasi kita hanya EGO. Ego adalah struktur psikis yang berhubungan dengan konsep tentang diri, diatur oleh prinsip realitas dan ditandai oleh kemampuan. Boleh
saja kita termotivasi dengan perjuangan dan sikap atau kesuksesan orang
lain, tapi bukan untuk membanggakan diri di depan mereka. Lebih baik,
motivasi kita adalah untuk ”mengalahkan” diri sendiri atau untuk
mengeluarkan potensi terbaik yang Tuhan sudah berikan didalam diri kita.
Jepang Sumbangkan Sistem Medis Canggih untuk RSCM
Pihak pemerintah Jepang telah menjalin kerjasama dengan Indonesia untuk
menggelar sistem administrasi medis yang canggih di Rumah Sakit Cipto
Mangunkusumo. Fujitsu menjadi vendor yang menyediakan infrastruktur
teknologi untuk proyek itu.
"Saat ini masih prototipe, tinggal eksekusi tahun ini juga," kata Made Sudharma, Country Head Application Services Fujitsu Indonesia, di Bandung, Rabu (27/5) petang.
Pihak Fujitsu enggan membuka berapa nilai anggaran untuk proyek tersebut. Namun, kata Made, 100 persen ditanggung oleh pemerintah Jepang sebagai sumbangan. Bagaimana sistem itu bekerja?
"Saat ini masih prototipe, tinggal eksekusi tahun ini juga," kata Made Sudharma, Country Head Application Services Fujitsu Indonesia, di Bandung, Rabu (27/5) petang.
Pihak Fujitsu enggan membuka berapa nilai anggaran untuk proyek tersebut. Namun, kata Made, 100 persen ditanggung oleh pemerintah Jepang sebagai sumbangan. Bagaimana sistem itu bekerja?
Made mengatakan, program itu adalah bagian dari rencana pemerintah
Indonesia untuk memanfaatkan secara efektif tenaga kesehatan yang ada.
Fujitsu kemudian menyumbangkan infrastruktur atau sistem pelayanan
kesehatan seperti telemedicine dan catatan medis elektronik (EMR)
berbasis Cloud.
Dengan sistem yang menggabungkan teknologi konferensi video untuk pertukaran informasi kesehatan dan catatan medis elektronik itu, antar-institusi kesehatan bisa saling berkomunikasi dengan perangkat teknologi sehingga apabila ada kekurangan tenaga medis di satu institusi, bisa ditutupi dari institusi lain. Dengan sistem itu pula, rekam medis pasien dapat lebih mudah diakses oleh dokter meski pasien itu adalah rujukan dari rumah sakit lain. Sistem komunikasi semacam itu, kata Made, akan mempermudah dan mempercepat penanganan kondisi si pasien.
Made berharap, sistem terintegrasi semacam itu nantinya bisa diadopsi secara luas, termasuk oleh rumah-rumah sakit swasta. "Paling tidak dimulai oleh rumah sakit swasta yang punya cabang banyak," tuturnya.
Achmad S. Sofwan, Managing Director Fujitsu Indonesia, mengatakan sistem kesehatan seperti itu kalau dipadukan dengan sistem pelayanan masyarakat lain akan mewujudkan Kota Pintar yang sebenarnya.
Di Jepang, kata Achmad, sistem telemedicine terhubung dengan instansi yang mengelola lalu lintas jalan raya. Sehingga ketika ada pasien darurat yang diangkut dengan ambulans, perjalanannya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat, takkan terganggu kemacetan lalu lintas.
"Sistem pelayanan kesehatan bisa memungkinkan ambulans mencari jalur tercepat menuju rumah sakit," katanya.
Begitu juga sistem rekaman medis yang sudah saling terhubung sehingga saat pasien sampai di rumah sakit rujukan, dokter di sana bisa langsung mengakses rekaman medis si pasien, meski ia berasal dari rumah sakit lain.
Dengan sistem yang menggabungkan teknologi konferensi video untuk pertukaran informasi kesehatan dan catatan medis elektronik itu, antar-institusi kesehatan bisa saling berkomunikasi dengan perangkat teknologi sehingga apabila ada kekurangan tenaga medis di satu institusi, bisa ditutupi dari institusi lain. Dengan sistem itu pula, rekam medis pasien dapat lebih mudah diakses oleh dokter meski pasien itu adalah rujukan dari rumah sakit lain. Sistem komunikasi semacam itu, kata Made, akan mempermudah dan mempercepat penanganan kondisi si pasien.
Made berharap, sistem terintegrasi semacam itu nantinya bisa diadopsi secara luas, termasuk oleh rumah-rumah sakit swasta. "Paling tidak dimulai oleh rumah sakit swasta yang punya cabang banyak," tuturnya.
Achmad S. Sofwan, Managing Director Fujitsu Indonesia, mengatakan sistem kesehatan seperti itu kalau dipadukan dengan sistem pelayanan masyarakat lain akan mewujudkan Kota Pintar yang sebenarnya.
Di Jepang, kata Achmad, sistem telemedicine terhubung dengan instansi yang mengelola lalu lintas jalan raya. Sehingga ketika ada pasien darurat yang diangkut dengan ambulans, perjalanannya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat, takkan terganggu kemacetan lalu lintas.
"Sistem pelayanan kesehatan bisa memungkinkan ambulans mencari jalur tercepat menuju rumah sakit," katanya.
Begitu juga sistem rekaman medis yang sudah saling terhubung sehingga saat pasien sampai di rumah sakit rujukan, dokter di sana bisa langsung mengakses rekaman medis si pasien, meski ia berasal dari rumah sakit lain.
Deddy S, CNN Indonesia
Kamis, 28/05/2015 15:51 WIB
Senin, 23 Maret 2015
Apakah Anda Termasuk Orang Beruntung?
TIDAK semua orang rajin, pintar, dan tekun akan
sukses. Banyak orang-orang sukses dan terkenal bukan karena mereka rajin
belajar. Mereka adalah orang-orang yang disebut beruntung dalam hidup.
Melansir dari Familyshare, Kamis (19/3/2015), berikut empat kriteria orang yang beruntung dalam hidup.
Keyakinan
Orang beruntung percaya mereka beruntung. Mereka menciptakan,
memberitahu dan bertindak atas peluang dari kesempatan yang ada. Mereka
juga memiliki sikap yang lebih santai tentang kehidupan.
Tindakan
Orang beruntung selalu melakukan apa yang mereka inginkan berdasarkan insting dan intuisi mereka.
Harapan
Orang beruntung mengharapkan keberuntungan. Mereka tekun dalam upaya untuk mencapai tujuan mereka.
Transformasi
Orang beruntung mengubah nasib buruk menjadi keberuntungan. Mengakui
keberuntungan mereka dan memiliki keyakinan kuat, segala sesuatu akan
terjadi untuk yang terbaik.
Kamis, 19 Februari 2015
SELAMAT ULANG TAHUN BOS KECIL
Duduk sini nak dekat pada bapak, jangan kau ganggu ibumu.........., turunlah lekas dari pangkuanya, engkau lelaki kelak sendiri..................SELAMAT ULANG TAHUN BOS KECIL....Semoga berProses.............
Kamis, 01 Januari 2015
Jumat, 07 November 2014
PEPATAH JAWA
Pepatah jawa kuno yang mudah-mudahan bisa menginspirasi kita.
1. Urip Iku Urup
Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik
2. Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dhur angkoro
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.
3. Suro Diro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti
Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar
4. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho
Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan.
5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.
6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman
Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut; Jangan mudah kolokan atau manja.
7. Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman
Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.
8. Ojo Keminter Mundak Keblinger, Ojo Cidra Mundak Ciloko
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.
9. Ojo Milik Barang Kang elok, Aja Mangro Mundak Kendo
Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.
10. Ojo Adigang, Adigung, Adiguna
Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti
11. Ngelmu iku kalakone kanthi laku
Bila ingin pandai harus belajar. Ini berarti bahwa bila seseorang ingin pandai maka dia harus belajar keras. Hal ini dapat disamakan dengan ungkapan jer basuki mawa bea (keberhasilan seseorang diperoleh dengan pengorbanan).
12. Nuladha laku utama
Mencontoh perbuatan yang baik. Ini berarti semua manusia hendaknya mencontoh pada perbuatan yang baik.
13. Ngono ya ngono, ning aja ngono
Begitu ya begitu,tetapi janganlah kebangetan. Ungkapan ini untuk mengendalikan diri, jangan berbuat melebihi wewenang dan jika berbicara jangan membuat orang lain tersinggung.
14. Aja nguggu karepe dhewe
Jangan berbuat sekehendak sendiri.
15. Aja nuhoni benere dhewe
Jangan merasa benar sendiri.
16. Aja mburu menange dhewe
Jangan maunya menang sendiri.
17. Mikul dhuwur mendhem jero
Memikul tinggi mengubur dalam. Artinya, orang yang senantiasa bertanggungjawab kepada keluarga dengan membawa nama baik keluarga atau orang tua. Dengan menjunjung derajat orang tua, si anak akan harum namanya.
18. Kacang mangsa ninggal lanjaran
Kacang tak mungkin meninggalkan rambatannya. Maksudnya, watak dan tingkah laku anak biasanya mirip dengan tingkah laku orangtua.
19. Uripo kaya mimi lan mintuna
Hiduplah seperti sepasang ikan mimi dan mintuna. Artinya, hidup selalu rukun dengan landasan kasih sayang.
20. Jer basuki mawa bea
semua hal ada harga yang harus dibayarkan. Maknanya adalah bahwa setiap keberhasilan pasti membutuhkan pengorbanan.
Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik
2. Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dhur angkoro
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.
3. Suro Diro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti
Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar
4. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho
Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan.
5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.
6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman
Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut; Jangan mudah kolokan atau manja.
7. Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman
Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.
8. Ojo Keminter Mundak Keblinger, Ojo Cidra Mundak Ciloko
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.
9. Ojo Milik Barang Kang elok, Aja Mangro Mundak Kendo
Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.
10. Ojo Adigang, Adigung, Adiguna
Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti
11. Ngelmu iku kalakone kanthi laku
Bila ingin pandai harus belajar. Ini berarti bahwa bila seseorang ingin pandai maka dia harus belajar keras. Hal ini dapat disamakan dengan ungkapan jer basuki mawa bea (keberhasilan seseorang diperoleh dengan pengorbanan).
12. Nuladha laku utama
Mencontoh perbuatan yang baik. Ini berarti semua manusia hendaknya mencontoh pada perbuatan yang baik.
13. Ngono ya ngono, ning aja ngono
Begitu ya begitu,tetapi janganlah kebangetan. Ungkapan ini untuk mengendalikan diri, jangan berbuat melebihi wewenang dan jika berbicara jangan membuat orang lain tersinggung.
14. Aja nguggu karepe dhewe
Jangan berbuat sekehendak sendiri.
15. Aja nuhoni benere dhewe
Jangan merasa benar sendiri.
16. Aja mburu menange dhewe
Jangan maunya menang sendiri.
17. Mikul dhuwur mendhem jero
Memikul tinggi mengubur dalam. Artinya, orang yang senantiasa bertanggungjawab kepada keluarga dengan membawa nama baik keluarga atau orang tua. Dengan menjunjung derajat orang tua, si anak akan harum namanya.
18. Kacang mangsa ninggal lanjaran
Kacang tak mungkin meninggalkan rambatannya. Maksudnya, watak dan tingkah laku anak biasanya mirip dengan tingkah laku orangtua.
19. Uripo kaya mimi lan mintuna
Hiduplah seperti sepasang ikan mimi dan mintuna. Artinya, hidup selalu rukun dengan landasan kasih sayang.
20. Jer basuki mawa bea
semua hal ada harga yang harus dibayarkan. Maknanya adalah bahwa setiap keberhasilan pasti membutuhkan pengorbanan.
Sumber pepatah : fianniettasite.wordpress.com
Sumber gambar : pelangikuindonesia.blogspot.com
Rabu, 23 Juli 2014
Senin, 16 Juni 2014
Langganan:
Postingan (Atom)



