Senin, 22 Februari 2010

Rekam Medis Elektronik melampaui $ 5,4 Millar

Di pasar Amerika Utara sistem Rekam Medis Elektronik Melampaui $ 5,4 Miliar pada tahun 2015, Menurut Laporan Baru oleh Global Industry Analysts

GIA mengumumkan peluncuran laporan yang komprehensif di Amerika Utara dan Eropa Electronic Medical Record (EMR) Systems pasar. Pasar Elektronik Medical Record System di Amerika Utara dan Eropa untuk melebihi US $ 5.4 miliar dan US $ 1,4 miliar, masing-masing pada tahun 2015. Hal ini terutama didorong oleh meningkatnya pengakuan oleh persaudaraan medis untuk menciptakan replika untuk kertas digital berdasarkan catatan medis pasien, karena dengan kesalahan dan kendala. Catatan membantu dalam komunikasi yang efektif antara staf klinis, dan dengan demikian meningkatkan efisiensi operasional. Sebagai dokter dan dokter akan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mencari dan mengajukan data, ada peningkatan tingkat kepuasan pasien.

San Jose, California (PRWEB) 22 Februari 2010 - teknologi informasi kesehatan mendapat perhatian dalam beberapa tahun terakhir karena kemampuannya untuk menurunkan kesalahan medis, menyediakan mode untuk penggantian transparan prosedur, mengurangi biaya, dan mengubah sistem pengiriman kesehatan. Ada peluang produktif dalam waktu kurang-menembus pasar seperti praktik dokter dan rawat inap pusat terus mengadopsi Electronic Medical Records (EMRs) dan daerah relevan mendigitalisasi berkas. Meskipun biaya operasi yang tinggi dan terus meningkat, penyedia menilai portofolio mereka untuk posisi yang lebih baik di masa depan.

Amerika Utara dan Eropa mendominasi catatan medis elektronik global (EMR) pasar sistem, seperti yang dinyatakan oleh laporan riset pasar yang baru pada sistem catatan medis elektronik pasar. EMR pasar yang memiliki potensi yang sangat baik dalam sistem kesehatan, di seluruh dunia. Faktor utama yang berkontribusi terhadap penerapan sistem EMR termasuk manajemen yang efektif dari proses pengobatan, peningkatan klinis substansial, minimalisasi staf, dan ekstraksi data rinci. Meskipun biaya adalah kendala utama untuk pusat-pusat kesehatan dalam mengadopsi EMRs, yang paling pengurangan biaya kemungkinan akan mendorong permintaan terhadap sistem EMR di masa depan.

Electronic Medical Record System: Sebuah Amerika Utara dan Eropa Market Report
Pemain kunci dalam laporan diprofilkan termasuk Agfa-Gevaert Ltd, menyatakan bahwa plc, Cambio Healthcare System, Cerner Corporation, CompuGROUP HOLDING AG, Computer Program and Systems, Inc, EBIT AET SpA, Eclipsys Corporation, Sistem Informasi Medis Egton Terbatas, Epic Systems Corporation, GE Healthcare, Hewlett Packard Company, IBA Kesehatan (Eropa) Ltd, IMS pepatah plc, Indra Sistemas SA, iSoft Group plc, McKesson Corporation, MDS Medical Software, MedPlus, Inc, Medical Information Technology, Inc, Medasys SA, Nexus AG, Noemalife SpA, Profdoc AB, QuadraMed Corporation, SAP (UK) Limited, Siemens Medical Solutions GSD GmbH, dan Sistem C Healthcare plc, antara lain.

Laporan berjudul "Electronic Medical Record System: Sebuah Amerika Utara dan Eropa Market Report" yang diumumkan oleh Global Industry Analis Inc, menyediakan review komprehensif industri ikhtisar, gambaran produk, pengenalan produk / inovasi, profil pemain utama, dan aktivitas industri terbaru . Laporan ini menganalisis data dan analisis pasar dalam hal nilai penjualan untuk daerah yang termasuk Amerika Utara dan Eropa.
Untuk detail lebih lanjut tentang laporan riset pasar yang komprehensif, silakan kunjungi - http://www.strategyr.com/Electronic_Medical_Record_Systems_Market_Report.asp

Tentang Global Industry Analysts, Inc Global Industry Analis, Inc, (GIA) adalah penerbit bereputasi off-the-rak riset pasar. Didirikan pada tahun 1987, perusahaan secara global diakui sebagai salah satu pasar terbesar di dunia penelitian penerbit. Perusahaan mempekerjakan lebih dari 800 orang di seluruh dunia dan menerbitkan lebih dari 1100 penelitian skala penuh laporan setiap tahun. Selain itu, perusahaan juga menawarkan ribuan produk riset yang lebih kecil termasuk laporan perusahaan, tren pasar laporan, dan laporan industri meliputi seluruh industri utama di seluruh dunia

Selasa, 02 Februari 2010

Akhirnya Iwan Fals Bicara

Siapa yang tak mengenal sosok Iwan Fals? musisi sekaligus penyanyi yang lantang dengan lirik lagu-lagunya. Berbagai kritik politik dan social menjadi cirri khas dalam setiap penampilannya. Lagunya demikian dicintai dan menjadi favorit orang-orang di berbagai kalangan. Tapi pernahkah anda melihat dia berbicara panjang tentang kehidupannya di balik semua nyanyiannya?

Inilah talk show pertama Iwan Fals! Bagaimana Andy F. Noya, sang host membongkar banyak pertanyaan orang tentang siapa sesungguhnya Iwan Fals.

Ada banyak kisah dibalik sebuah lagu yang diciptakannya, dari proses penciptaan sampai kisah-kisah pasca lagu itu diperdendangkan. Misalnya tentang lagu “Bongkar” yang diciptakannya bersama Group Swami I. Lagu yang awalnya merupakan bentuk keprihatinan pada kasus Kedung Ombo, dan Kasus Kacapiring ini, akhirnya menuai banyak cekalan. Tak hanya itu, Andy Noya pun membongkar banyak kisah-kisah tentang lagu-lagu Iwan lainnya, seperti “Oemar Bakri”, “Mbak Tini”, juga lagu-lagu barunya, yang memiliki nuansa berbeda dengan lagu Iwan kebanyakan.

Bagaimana masa kecil Iwan Fals? Mengapa seorang anak tentara, menjadi “pemberontak” dengan lagu-lagunya yang membuat merah telinga para pejabat dan aparat?

Di Kick Andy, Iwan juga menceritakan tentang titik terendah dalam kehidupannya, saat putra pertamanya Galang Rambu Anarki meninggal tahun 1997 lalu. Benarkah Galang meninggal karena over dosis? Benarkan Galang menjadi pemakai karena mengikuti gaya sang ayah?

Dalam kesempatan ini, sang isri Rossana atau yang biasa dipanggil Yos juga mengungkapkan pengalamannya menjadi pendamping dalam hitam putihnya kehidupan Iwan Fals. Termasuk saat bersama-sama harus menghadapi kenyataan meninggalnya anak pertama mereka secara mendadak.

Setelah Galang meninggal dunia, Iwan dianggap banyak berubah, tidak galak, dan cenderung melankolis. Hal ini juga diungkapkan oleh salah satu rekan bermusiknya, Setiawan Djodi. Tapi benarkah Iwan berubah?

Penyanyi yang bernama lengkap Virgiawan Listanto ini memulai karirnya dari seorang pengamen sejak masa SMP. Seorang tukang bengkel di Bandung sempat menjadi “manajernya” dan mencarikan Iwan panggung-panggung di berbagai hajatan atau acara sekolahan. Dan dari urusan ngamen inilah kemudian “sang manajer” memiliki ide mudah untuk menamai penyanyinya “Iwan Fals”. Siapa tukang bengkel itu dan bagaimana reaksinya saat Iwan menerima kertas berisi sepotong lirik yang pernah ia ciptakan bersama “sang manajer” dulu?

Kick Andy juga melengkapi jamuan terhadap Iwan dengan menghadirkan seorang sahabat, sekaligus senior dalam bermusik, yang sudah tidak bertemu selama hampir 30 tahun! Dari sini kita akan banyak mengetahui perjalanan music seorang Iwan Fals dari masa ke masa.

Keceriaan Iwan Fals yang mengajak Andy F. Noya menari bersama, seperti sebuah penghiburan bagi sang Host Kick Andy. Pasalnya dua tahun sudah, Kick Andy menanti kesediaan Iwan Fals untuk hadir di kursi tamu program ini.

Untuk anda semua, secara khusus episode istimewa ini kami kemas dalam durasi lebih lama, yakni dua jam!

Senin, 25 Januari 2010

Privacy & Kerahasiaan of Electronic Medical Records

Ditulis Oleh: ranjeeta pada 25 Januari, 2010

Keamanan informasi dalam pelayanan kesehatan merupakan ancaman baru atas privasi dan kerahasiaan informasi kesehatan pasien yang berhubungan dengan otentikasi pengguna, keamanan fisik, data kepemilikan, kontrol akses, keamanan jaringan, pendidikan pengguna dan berbagai hukum dan isu-isu etis.

Hal-hal ini dijelaskan di bawah ini:

* Dikonfirmasi user-identifikasi dan otentikasi pengguna masuk ke sistem adalah sangat penting. Peran dan hak-hak pengguna harus didefinisikan sebagai bagian integral dari keamanan sistem.
* Fisik keamanan pusat data situs: keamanan pusat data sensitif dan lokasi terminal merupakan prioritas. Selain itu, akses dokter dan berwenang lainnya pengguna ke perangkat keras komputer harus dikontrol dan dipantau. Kebijakan untuk pencegahan pencurian; backup dan rencana pemulihan bencana harus berada di tempat.
* Sistem kontrol akses: perangkat fisik dan logis mekanisme yang mengontrol akses ke sumber daya sistem seperti biometrik sistem kontrol akses, sistem kartu pintar dll harus dilakukan penggunaan.
* Data kepemilikan: isu-isu kepemilikan data dalam EMR harus ditangani dengan hati-hati dalam hal definisi tentang peran, hak dan akses yang berwenang untuk memilih data dalam EMR. Ini harus sangat jelas mengenai siapa yang memiliki data dalam EMR.
* Data kebijakan perlindungan: Kelembagaan kebijakan harus di tempat yang jelas mendefinisikan fleksibilitas atau kekakuan dalam hal tindakan terhadap mereka yang menyalahgunakan sistem hak istimewa.
* Dalam sistem dibangun keamanan: sistem harus memiliki kecerdasan built-in untuk partisi dan aman di pusat data dan sistem lokal. Sistem keamanan harus tetap tidak terpengaruh pada upgrade sistem.
* Penghancuran dan pembuangan material hard copy: pelanggaran keamanan dari kertas salinan dokumen elektronik sensitif dan data harus dicegah.
* Sistem integritas: data sistem, fisik dan sistem jaringan komputer harus akurat dan dapat diandalkan.
* User profiles: jenis dan peran pengguna harus didefinisikan dengan jelas untuk membedakan kebutuhan fungsional dan tingkat keamanan pengguna.
* Hukum dan isu-kewajiban berkaitan dengan penggunaan dan penyalahgunaan sistem yang potensial melibatkan kewajiban atau masalah hukum untuk organisasi-organisasi yang berpartisipasi, termasuk perlindungan di bawah undang-undang kejahatan komputer yang ada, kewajiban ketika record itu dikompromikan dan persyaratan untuk hukuman pengguna di bawah kontrak.
* Sistem audit dan auditability-untuk intrusion detection dan pemberitahuan intrusi. Pemberitahuan mekanisme untuk jenis lain masalah keamanan harus dipertimbangkan.
* Jaringan keamanan: keamanan jaringan dan routing jembatan peralatan, Lulus otorisasi bukti, data enkripsi, tanda tangan elektronik dan non-penyangkalan pesan sangat penting.
* Informasi persetujuan: perlu diambil dari pasien atau keluarga mereka untuk potensi penggunaan data medis.
* Pendidikan pengguna: pengguna harus secara teratur dididik mengenai tanggung jawab mereka sebagai pengguna sistem dan risiko yang terkait dengan tindakan non-waspada.

Contributed by-Ms Ranjeeta basrah K. - Asisten Profesor, IIHMR, New Delhi, India

Selasa, 05 Januari 2010

INDONESIA KIBLATNYA DUNIA

Mungkin anda tidak akan pernah berpikir atau terlintas dalam pikiran kita bahwasannya negara kita "INDONESIA" suatu saat nanti akan menjadi suatu panutan dari semua negara nagara di dunia dari berbagai/ semua sektor, baik sektor perekonomian, sosial budaya, agama, iptek, dll. Selama ini yang sering kita amati di Tv atau media -media yang lain ,tentang permasalahan - permasalahan sekarang ini yang dialami bangsa Indonesia adalah suatu Proses untuk menuju kejayaan negara Indonesia. Bukannya saya mau meramalkan / seolah-olah mau jadi paranormal,atau mendahului Tuhan, tapi kenyataan itu semua bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita kalau orang-orangnya juga bisa atau mau diajak maju....dan suatu saat nanti,jangankan Cuma Malaysia..negara Adidaya sekuat Amerika, nantinya juga akan belajar dan akan mengikuti sistem yang akan kita gunakan. Yakinlah.......

Rabu, 30 Desember 2009

SEMARANG KOTA PREMAN

Sebenernya premanisme tdk hanya ada dikota semarang aja, hampir semua kota besar di Indonesia yang namanya Premanisme sulit dibrantas.awal- awal dianggkatnya Ka.Polri RI Program pertama kali yaitu pemberantasan Premanisme...tapi setelah berjalan sebulan (mungkin malah gak ada sebulan) program kaporli tak ubahnya hanyalah gertakan sambal.
kejadian ini saya alami pada tanggal 17 November 2009, awalnya saya mau pulang ke Jogja, dari semarang memang sudah agak malam sekitar jam 23.00 WIB. karena bis patas jam 23.00 sudah tidak ada tanpa berpikir panjang saya naik bis Ekonomi, dengan harapan yang penting dapat sampek jogja dengan selamat, karena besok pagi sudah harus kerja lagi.
Saya menghimbau bagi para penumpang Bus, yang berada di terminal Terboyo Semarang untuk berhati-hati..motifnya yaitu para preman seolah-olah menyamar menjadi sebagai kondektur Bus, yang mana dalam melakukan aksinya para preman juga menggunaka karcis(tanda bukti pembayaran), dan yang disayangkan lagi hal tersebut juga di ketahui oleh crew bus tesebut (sopir,kondektur yang asli ) entah karena tidak berani melawan dengan beberapa preman tersebut, karena jumlah preman yang ada didalam bis tersebut kurang lebih berjumlah 10 orang.
Karena kejadian itu saya terpaksa nginep di Polsek Genuk Semarang Timur.
Sebenernya males juga berurusan dengan Polisi terlebih -lebih dengan Preman, karena di minta oleh petugas polisi untuk membuat laporan ke POLSEK, agar supaya para preman dapat segera diProses secara hukum. awalnya hanya saya yang berani sebagai pelapor/korban, padahal satu bis itu hampir semua menjadi korban. kalo masalah uang 110.000, saya tdk merasa kecewa,
saya justru merasa kasihan oleh para pedagang yang berada diterminal, para pengusaha bis dan awaknya (sopir, kondektur) karena dengan adanya para preman justru akan mengurangi pendapatan bagi pedagang dan pengusaha angkutan, karena gak ada penumpang yang mau untuk masuk ke terminal tersebut.
saya juga mengucapkan trimakasih kepada para anggota Reserse polsek genuk yang sudah menangkap para Preman.
Untuk bapak Kapolda tolonglah untuk preman-preman ditertipkan..jangan sampek kota semarang di cap sebagai kota Preman....Trimakasih

Sabtu, 19 Desember 2009

TERBIT JUGA.....


Sesuai dengan perkembangan ilmu Rekam Medis & Informasi Kesehatan paradigma rekam medis sudah mulai berkembang menjadi Manajemen Informasi Kesehatanan / MIK, dimana setiap pelayanan kesehatan dalam hal ini pihak rumah sakit harus bisa memberikan informasi yang Up-to date bagi semua pihak yang memerlukan laporan rumah sakit, untuk mewujudkan semua itu, maka diperlukan suatu sistem dimana di dalam pembuatan laporan rumah sakit nantinya akan berkaitan dengan yang namanya statistik atau berkaitan dengan proses penghitungan data – data yang dihasilkan di unit pelayananan yang ada di rumah sakit, untuk itu buku ini menguraikan tentang bagaimana proses pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian data dengan statistik yang semuanya berasal dari dokumen rekam medis yang ada dirumah sakit, yang diolah dengan tehnologi informasi menjadi suatu laporan rumah sakit yang mana laporan rumah sakit tadi menghasilkan suatu informasi yang dapat digunakan oleh pimpinan / manajer rumah sakit untuk pengambilan suatu keputusan secara cepat, tepat dan akurat.
Buku ini berisi tentang Perkembangan Statistik, Hubungan Statistik Rumah Sakit Dengan Rekam Medis, Statistik Rumah Sakit, Sistem Informasi Pelaporan Rumah Sakit, Sistem Informasi Rumah Sakit, Sistem Pendukung Keputusan, Evaluasi Pelayanan Kesehatan Di Unit Rekam Medis. Didalam buku ini juga dilengkapi contoh – contoh soal, seperti penghitungan BOR, LOS, TOI, BTO, NDR, GDR, penyajian dengan grafik, serta pembuatan Grafik Barber Johnson, pembuatan laporan intern rumah sakit dan beberapa lampiran formulir laporan ekstern ( RL1 – RL6), Untuk Dinas Kesehatan Tingkat I (Propinsi) , Dinas Kesehatan Tingkat II (Kab/Kota) dan Dirjen Yanmed (Direktur Jenderal Pelayanan Medis).

Adapun Informasi lebih lengkap tentang isi buku :

Judul : Statistik Rumah Sakit untuk Pengambilan Keputusan
Penulis : Ery Rustiyanto
Halaman : xx + 224 hlm
Format : 16x 23 Cm
Tahun : 2010
ISBN : 978-979-756-572-5
Harga : Rp. 48.800,-
Penerbit : Graha Ilmu

Jika anda ingin memperolehnya dapat menghubungi:
1. Om_ery
Hp. 085225150762
email : om_ery@yahoo.co.id

2. Graha Ilmu
0274-889836, 889398
fax : 0274-889057
email : info@grahailmu.co.id

Senin, 30 November 2009

No hospital savings with electronic records

WASHINGTON - sistem catatan elektronik di ribuan rumah sakit AS baru terpasang, untuk mengekang melonjaknya biaya kesehatan, para peneliti Universitas Harvard mengatakan dalam sebuah penelitian yang dirilis hari Jumat.

A review sekitar 4.000 rumah sakit 2003-2007 menemukan bahwa sementara banyak telah pindah dari file-file kertas yang masih mendominasi sistem kesehatan AS, biaya administrasi benar-benar bangkit, bahkan di antara yang paling berteknologi tinggi.

Para pendukung teknologi tersebut telah mendorong penggunaan yang lebih besar terkomputerisasi catatan kesehatan untuk mencegah kesalahan yang mahal dan memungkinkan koordinasi yang lebih besar di antara pengasuh dan pasien. Tetapi adopsi berjalan lambat, mendorong Kongres untuk menawarkan $ 19 milyar dalam insentif sebagai bagian dari tagihan stimulus ekonomi.

Hasilnya, diterbitkan dalam The American Journal of Medicine, datang sebagai Senat menekan maju dengan undang-undang untuk memperluas akses terhadap kesehatan. Sementara tagihan tidak menyediakan dana untuk membeli peralatan yang diperlukan, hal ini bertujuan untuk memfasilitasi penggunaan layanan tersebut dan meningkatkan standar.

Presiden Barack Obama telah menunjuk lebih memanfaatkan e-catatan kesehatan untuk membantu menghasilkan penghematan pada saat bangsa biaya kesehatan jauh melebihi inflasi.

Tapi penulis utama Dr David Himmelstein, associate professor di Harvard Medical School, dan timnya menemukan sejauh tabungan tidak ada.

"Penelitian kami menemukan bahwa rumah sakit tidak disimpan komputerisasi sepeser pun, juga telah itu meningkatkan efisiensi administrasi," kata Himmelstein, yang mengawasi komputasi di Cambridge klinis rumah sakit di Massachusetts. "Klaim bahwa kesehatan IT akan memangkas biaya dan membantu membayar untuk reformasi sedang diperdebatkan di Kongres adalah angan-angan."

Dorongan untuk catatan medis elektronik yang lebih luas akan mempengaruhi perusahaan-perusahaan seperti Microsoft Corp dan Google Inc kepada orang lain seperti McKesson Corp dan Allscripts Solusi Misys Healthcare Inc

Pemerintah nasional standar bagi banyak produk-produk IT kesehatan bulan depan. Tetapi bahkan dengan berlalunya tagihan stimulus dana, banyak ahli berharap untuk waktu bertahun-tahun sebelum kebanyakan orang Amerika memiliki catatan kesehatan elektronik.

Para peneliti menemukan biaya administrasi meningkat sedikit dari 24,4 persen pada tahun 2003 menjadi 24,9 persen pada tahun 2007, dengan fasilitas yang terkomputerisasi yang paling cepat melihat melompat terbesar. Rumah sakit dengan biaya tertinggi cenderung lebih kecil, untuk-laba, non-mengajar yang ada di kota, mereka menambahkan.

Catatan terkomputerisasi belum terbukti lebih efisien "karena pasar komersial tidak menguntungkan produk yang optimal," membuat program untuk lebih berfokus pada kode-kode dan penagihan dari dokter 'kebutuhan dan perawatan pasien, kata mereka.

Catatan elektronik memang menunjukkan beberapa perbaikan dalam pelacakan kualitas penjagaan yang diberikan dalam kasus-kasus serangan jantung, tapi tidak jelas apakah mereka benar-benar mengukur diterjemahkan ke dalam perbaikan pada pasien kesehatan, kata mereka.

Para peneliti menganalisis data dari industri's Healthcare Information and Management Systems Society, laporan rumah sakit biaya yang dikeluarkan melalui program asuransi Medicare untuk para lanjut usia dan Kesehatan Dartmouth 2008 Atlas, yang mengkompilasi data kesehatan pemerintah.

Senin, 09 November 2009

Baru 60 Persen Rumah Sakit Terakreditasi

Rabu, 28 Oktober 2009 | 19:11 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Indira Permanasari S

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mendorong agar rumah sakit di Indonesia meningkatkan kualitas pelayanannya dan memprioritaskan keselamatan pasien. Globalisasi berpengaruh kepada pelayanan rumah sakit dan pilihan pasien dalam memilih layanan.

"Masyarakat kelas menengah ke atas lebih berani dalam menentukan pilihan layanan kesehatan dan mereka memilih berobat ke luar negeri karena dianggap lebih berkualitas. Padahal, itu artinya devisa negara melayang, martabat dokter Indonesia dipertaruhkan, dan rumah sakit dianggap kurang baik karena tidak dipercaya masyarakat," ujar Endang ketika membuka Kongres XI Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Rabu (28/10).

Salah satu upaya mendorong peningkatan kualitas layanan rumah sakit antara lain melalui akreditasi. Saat ini, dari 1.922 rumah sakit yang ada, baru sekitar 60 persen terakreditasi. Dia berharap, ke depan semakin banyak rumah sakit terakreditasi.

Namun, pengertian rumah sakit global tersebut jangan diartikan sempit sekadar menginternasionalkan rumah sakit. Endang berpendapat, ciri rumah sakit global antara lain rumah sakit itu tanggap, responsif, dan tepat waktu dalam melayani pasien. "Pasien tidak ditanya punya uang atau tidak. Mereka juga tidak perlu lama menunggu untuk ditangani," katanya.

Pihak rumah sakit juga berempati kepada pasien, profesional, dan tak kalah penting mendokumentasikan semua tindakan yang dilakukan sebagai bukti. Paradigma juga harus berubah dari berorientasi dokter menjadi berorientasi pasien. Keamanan pasien terkait pula dengan identifikasi yang cermat terhadap pasien, komunikasi efektif, dan mencegah terjadinya kesalahan, seperti salah tempat, prosedur, dan salah bedah. Dengan demikian, kerugian pasien dapat dikurangi.

Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Adib A Yahya mengatakan, organisasi selalu mendorong rumah sakit agar dapat melaksanakan program-program yang terkait dengan keselamatan pasien rumah sakit. Tema Kongres XI PERSI yang diselenggarakan 28-31 Oktober 2009 di Jakarta Convention Center masih berkaitan dengan keselamatan pasien yakni "Menuju Rumah Sakit Bermutu Global, Peran Stakeholder dalam Patient Safety dari Hulu ke Hilir".

Menkes Bakal Kaji Keberadaan STIKES

Kamis, 5 November 2009 | 10:55 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih akan segera mengkaji ulang keberadaan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) yang kini banyak berdiri di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkes pada acara Kongres Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) di Banjarmasin, Rabu kemarin. Menurut dia menjamurnya STIKES di Indonesia perlu dikaji ulang manfaatnya bagi perkembangan dunia kesehatan.

"Akan segera kita lakukan kajian tentang keberadaan STIKES di Indonesia, apakah memang dibutuhkan atau justru ’nyrimpeti’ atau jadi batu sandungan bagi tugas kesehatan," katanya.

Selain STIKES, keberadaan atau peran Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) juga bekal dikaji ulang. Selain penyelenggaraan ADINKES pada kesempatan tersebut juga dilakukan pertemuan penyiapan daerah dalam rangka peningkatan pelayanan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) menuju Jamkesmas Semesta.

Menurut Menkes, pembangunan kesehatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan berhasil meningkatkan status kesehatan dan gizi masyarakat. Hal tersebut kata dia, dapat dilihat dengan menurunnya angka kematian bayi (AKB) dari 35 per seribu kelahiran pada tahun 2004 menjadi 34 per seribu kelahiran pada 2007.

Angka kematian ibu (AKI) juga menurun dari 307 per 100.000 pada 2004 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada 2007. Sejalan dengan penurunan angka kematian bayi, kata dia, umur harapan hidup juga meningkat dari 66,2 tahun pada 2004 menjadi 70,5 tahun pada 2007, demikian juga dengan pravalensi gizi kurang pada balita menurun dari 25,8 persen pada 2004 menjadi 18,4 pada 2007.

"Memang belum terjadi penurunan yang signifikan namun setidaknya tingkat kesehatan masyarakat sudah jauh lebih baik, untuk itu kita akan berjuang lebih keras lagi," katanya.

Isu penting kesehatan yang menjadi program jangka pendek yang harus diselesaikan antara lain kematian ibu dan bayi yang masih relatif tinggi, penyakit menular, kekurangan gizi, peningkatan pravalensi penyakit tidak menular dan masalah kesehatan akibat bencana yang mengakibatkan korban meninggal maupun cedera.

Menkes meminta peningkatan pelayanan bagi pengungsi seperti mencegah wabah penyakit dan balita kurang gizi, disparitas sarana pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan.


KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Editor: acandra

Infeksi Nosokomial Harus Dikendalikan

Senin, 9 November 2009 | 08:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih meminta pengelola rumah sakit mengerahkan semua sumber daya untuk mencegah dan mengendalikan penyakit infeksi yang terjadi di rumah sakit yang biasa disebut infeksi nosokomial.

Saat memberi sambutan pada seminar tentang keselamatan pasien global di Jakarta, Minggu kemarin, Endang mengatakan langkah itu penting bagi kesehatan dan keselamatan pasien, pengunjung rumah sakit dan pemberi pelayanan di rumah sakit.

Endang menjelaskan, infeksi nosokomial dapat menyebabkan pasien dirawat lebih lama sehingga mengeluarkan uang lebih banyak, pihak rumah sakit pun akan lebih besar mengeluarkan biaya untuk pelayanan dan tidak jarang berakibat kematian.

Selama ini, ia melanjutkan, penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit dan pelayanan kesehatan lain masih jauh dari harapan. "Untuk itu perlu sosialisasi untuk mendapatkan komitmen dari direktur rumah sakit," katanya.

Dia juga meminta direktur rumah sakit meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas pelayanan kesehatan dalam melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial.

"Teknik sesuai pengetahuan dan teknologi terkini perlu digali dan ditingkatkan. Ini bisa diperoleh dengan mengikuti pelatihan, lokakarya dan seminar," katanya.

Pemimpin rumah sakit, katanya, juga harus menyiapkan sistem dan sarana/prasarana penunjang upaya pengendalian infeksi yang dapat terjadi melalui penularan penyakit dari pasien ke petugas, pasien ke pasien, dan pasien ke pengunjung atau sebaliknya.

Sementara karyawan dan staf rumah sakit, lanjut dia, mesti melaksanakan pencegahan dan pengendalian infeksi sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Pemerintah, kata dia, telah menyusun kebijakan nasional dengan menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) RI nomor 270/2007 tentang pedoman manajerial pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain serta Kepmenkes Nomor 82/2007 tentang pedoman pencegahan infeksi di rumah sakit.

Ia menambahkan pemerintah juga memasukkan indikator pencegahan dan pengendalian infeksi ke dalam standar pelayanan minimal rumah sakit dan bagian dari penilaian akreditasi rumah sakit.

Berdampak Besar
Guru Besar Kedokteran dan Epidemiologi Rumah Sakit dari Jenewa, Swiss Prof Didier Pitet mengatakan infeksi nosokomial berdampak besar terhadap keselamatan pasien.

Menurut Dewan Penasehat Aliansi Dunia untuk Keselamatan Pasien itu, infeksi nosokomial menyebabkan 1,5 juta kematian setiap hari di seluruh dunia. Studi yang dilakukan WHO di 55 rumah sakit di 14 negara di seluruh dunia juga menunjukkan bahwa 8,7 persen pasien rumah sakit menderita infeksi selama menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara di negara berkembang, diperkirakan lebih dari 40 persen pasien di rumah sakit terserang infeksi nosokomial.

Prof Pitet juga bercerita tentang anak laki-laki usia delapan tahun bernama Cal Sheridan yang harus hidup dengan keterbelakangan mental hanya karena pemeriksaan darah sederhana yang dijalani ibunya semasa hamil.

Ia menjelaskan manusia cenderung melakukan kesalahan, demikian pula dalam pelaksanaan tindakan medis, apalagi dengan dukungan sistem dan fasilitas yang kurang memadai.

Kesalahan itu tentunya tidak disengaja dan tidak besar, tapi tetap bisa mencelakakan atau merugikan pasien. "Manusia memang cenderung melakukan kesalahan, tapi ini bisa diminimalkan kalau sistemnya dirancang dengan baik," kata ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) itu.

Menurut dia, WHO sudah menyusun panduan pencegahan dan pengendalian infeksi pada rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang lain. Strategi yang terbukti bermanfaat dalam pengendalian infeksi nosokomial adalah peningkatan peran petugas kesehatan dalam pengendalian infeksi melalui penerapan prosedur kewaspadaan.

Prosedur kewaspadaan itu, katanya, adalah kewaspadaan standar yang diterapkan kepada semua orang, termasuk pasien, petugas dan pengunjung rumah sakit; serta kewaspadaan berdasarkan penularan bagi pasien yang dicurigai terinfeksi.

"Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan adalah cara yang mudah dan efektif untuk mencegah infeksi dan perluasan resistensi obat antimikrobial," katanya.

Ia menambahkan WHO menyarankan tenaga kesehatan menggunakan cairan berbasis alkohol untuk membersihkan tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan medis.